Simvastatin vs Lipitor

Kedua obat tersebut diatas termasuk kedalam golongan statin. Sebenarnya obat-obat golongan statin bukan hanya simvastatin dan atorvastatin, ada beberapa jenis lainnya yang sebentar lagi akan kita bahas ya…

Statin adalah obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dengan cara menghambat enzim  HMG-CoA reductase yang memainkan peran penting dalam produksi kolesterol di hati. Naiknya kadar kolesterol berhubungan dengan kejadian penyakit kardiovaskular, dan statin disini digunakan sebagai obat untuk mencegah penyakit-penyakit mematikan tersebut.

Golongan statin yang paling laris dipasaran adalan atorvastatin, yang dipasarkan dengan merek Lipitor (diproduksi oleh Pfizer) dan Torvast. Tahun 2003 atrovastatin jadi obat yang paling laku di pasaran dalam sejarah, Pfizer melaporkan penjualannya mencapai 12,4 Miliar Dolar US tahun 2008. Pada tahun 2010 ada beberapa jenis statin yang beredar di pasaran, diantaranya adalah:

    1. Atorvastatin (Lipitor dan Torvast)
    2. Fluvastatin (Lescol)
    3. Lovastatin (Mevacor, Altocor, Altropev)
    4. Pitavastatin (Livalo, Pitava)
    5. Pravastatin (Pravachol, Selektine, Lipostat)
    6. Rosuvastatin (Crestor)
    7. Simvastatin (Zocor, Lipex)

STATIN MANA YANG TERBAIK ???

Ada 3 aspek dari statin ini yang dapat dibandingkan yaitu efisiensi (seberapa banyak kadar LDL kolesterol yang dapat turun), keamanan (apa saja efek sampingnya dan seberapa sering hal itu muncul?) dan Harga.

Efisiensi


Keamanan
Law MR, Wald NY, Rudnicka AR: Quantifying effect of statins on low density lipoprotein cholesterol, ischaemic heart disease, and stroke: systematic review and meta-analysis. BMJ. 2003 Jun 28;326 (7404):1423

Semua jenis statin yang beredar di pasaran masing-masing memiliki profil tingkat keamanan. Efek samping terberat tapi jarang ditemukan adalah RHABDOMYOLYSIS yaitu keadaan dimana hancurnya jaringan otot yang dapat menyebabkan gagal ginjal pada kasus yang berat. Kurang dari 1 per 10,000 orang yang mengkonsumsi statin yang terkena Rhabdomyolysis.

Hanya ada sedikit perbedaan yang muncul seperti insomnia, dimana pravastatin, fluvastatin dan rosuvastatin punya efek insomnia yang lebih hebat dibandingkan atorvastatin, lovastatin dan simvastatin.

Atorvastatin dan simvastatin adalah yang terbaik bagi mereka yang mengalami gangguan fungsi ginjal karena proses eliminasi kedua jenis statin tersebut tidak melalui ginjal. Hal ini membuat pengaturan dosis tidak diperlukan, dimana pravastatin perlu penyesuaian dosis pada pasien gangguan fungsi ginjal.

Ada kriteria dalam memilih statin secara optimal yaitu:

  • Jika memerlukan penuruan LDL kolesterol lebih dari 35% maka pertimbangkan untuk memakai atorvastatin, rosuvastatin atau simvastatin.
  • Jika memerlukan penuruan LDL kol esterol kurang dari 35% dan

– fungsi ginjal terganggu pilihannya adalah atorvastatin atau fluvastatin
– resiko interaksi obatnya tinggi pilihannya fluvastatin atau pravastatin

Harga

Lovastatin dan simvastatin tersedia dalam bentuk generic dan oleh karena itu lebih murah dari yang lainnya. Jika anda tidak memerlukan penurunan LDL kolesterol secara signifikan (atorvastatin dan rosuvastatin bisa dicoba jika kasusnya seperti ini), generic statin adalah pilihan terbaik. Pada kenyatannya pihak asuransi kesehatan telah menyarankan pasien untuk memakai simvastatin sejak hak patennya habis pada Juni 2006 di AS. Sedangkan di Inggris simvastatin bisa dibeli tanpa resep dokter sudah sejak tahun 2003

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s