Internsip’s Style

masih segar di ingatan kita beberapa minggu yang lalu fenomena tarian yang gak jelas kamsud dan tujuannya yang dipopulerkan oleh seorang rapper Korea yang bernama “PSY” booming dimana-mana. Nggak cuma anak muda yang larut dalam euforia ini, selebritis papan atas dunia dan bintang lapangan hijau sepakbola Edinson Cavani ikut-ikutan larut dalam tarian ala orang menunggang kuda ini.

Edinson Cavani dengan “Gangnam’s Style” selebration-nya

di Indonesia sendiri sempat dihebohkan dengan tarian ala Gangnam’s Style di bilangan bundaran HI yang terkenal sebagai landmark nya ibukota Indonesia, Jekardah.. buat yang belum nonton nih tak kasi screenshoot-nya

“Flashmob” Gangnam’s Style di Bundaran HI Jakarta

ini “Biang Kerok” nya #Respect

Aksi puncak mereka .. cuma make boxer doang !!!

keliatan kan betapa madness-nya passion orang Indonesia dengan gangnam’s Style ini,,hahaha

all rite..back to business..

just FYI, sekarang kami sudah memasuki  kuartal kedua internsip di RSU Sigli kabupaten Pidie Aceh.. di periode ini kami yang sebelumnya menjalani internsip 4 bulan di puskesmas diwajibkan untuk ke RSU. perpindahan ini gak bisa dibilang mudah gan,,banyak sekali perbedaan-perbedaan yang didapat antara di puskesmas dan RSU.

beberapa perbedaan yang paling mencolok adalah:

1. Bangunan RSU lebih luas gan,,ini bisa buat lutut dan betis KO kalau harus bolak balik dari bangsal-IGD-poli-kantin-parkiran-ICU setiap hari

2. Populasi di RSU lebih rame..akibatnya mulut bisa cepat pegal dan gigi cepat kering gan, karena keseringan senyum dan nyapa orang lewat

3. Makanan yang dijual bervariatif..mengganggu program diet !! #sekian

overall. setelah menjalani internsip di RSU selama kurang lebih 1 bulan kesannya not so bad, banyak hal-hal positif yang didapat seperti respond time dalam menangani pasien emergensi yang semakin kenceng, accuracy menghitung dosis obat yang semakin cepet, dan lingkar perut yang semakin lebar.. hahaa

selain itu masalah lain yang kerap dihadapi oleh sebagian besar (kalau bukan seluruhnya) instansi kesehatan di Aceh adalah masalah pembagian jasa medis. tidak bisa dipungkiri kalau semua orang butuh uang (begitu juga para internshipers), terlepas dari saran ketua pelaksana KIDI pusat yang tidak menyarankan adanya penghargaan kepada peserta internship dalam bentuk uang.

dilingkungan kerja saya sekarang timbul beberapa pendapat tentang masalah ini, ada yang memunculkan ide untuk share 5% – 15% dari jasa medis dokter umum dan ada juga yang memberi saran untuk membagi jasa medis tersebut secara rata dan adil sesuai dengan jumlah pasien yang ditangani selama bertugas.

buat saya pribadi, tidak masalah seberapa besar jasa medis yang bisa kami peroleh nanti. dengan adanya niat baik dari manajemen RS saja untuk memberikan kami jasa medis sudah membuat saya merasa dihargai (bila dibandingkan dengan nasib sejawat saya yang internsip di salah satu daerah di aceh yang jangankan untuk mendapat jasa medis, jatah untuk sahur dan berbuka puasa saja tidak ada).

– “janganlah selalu melihat keatas,,lihatlah kebawah dimana ternyata masih ada pihak-pihak yang lebih susah dari kita” –

– “tanamkanlah selalu sifat Qana’ah (merasa cukup) didalam diri supaya terhindar dari godaan setan untuk berbuat dosa” –

karena adanya keterbatasan durasi yang ditetapkan oleh produser acara (apaan sih ??) hanya ini beberapa Internship Style yang kita share kali ini, sampai jumpa di post-post berikutnya yang masih akan tetap membahas mengenai internsip.

enjoy your day, good luck and Happy Birthday who celebrate it today !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s