Sisi Lain Dari Sesuatu Yang Bernama “OBAT”

mau share dikit masalah obat-obat yang beredar disekitar kita selama ini yaitu PATENT DRUG, BRANDED NAMED DRUG dan GENERIC DRUG..
mungkin info ini bs mmbantu teman-teman sejawat semua yang sedang berjuang di medan internsip, klinik, Rumah sakit ataupun di perusahaan..

okee here we go..

1..PATENT DRUG/OBAT PATEN
Secara definisi, Obat Paten atau obat inovator adalah obat yang baru ditemukan berdasarkan riset dan memiliki masa paten yang tergantung dari jenis obatnya. Menurut UU No. 14 Tahun 2001 masa berlaku paten di Indonesia adalah 20 tahun. Selama 20 tahun itu, perusahaan farmasi tersebut memiliki hak eksklusif di Indonesia untuk memproduksi obat yang dimaksud. Perusahaan lain tidak diperkenankan untuk memproduksi dan memasarkan obat serupa kecuali jika memiliki perjanjian khusus dengan pemilik paten.


Nah, yang perlu menjadi perhatian di sini agar tidak rancu dengan definisi yang pernah ada bahwa, paten yang dimaksud di sini adalah obat baru (NCE= New Chemical Entity) bukan patent formulasi (Branded Named drug). Contoh obat patent, seperti Lipitor (atorvastatin calcium) dan Raltegravir. lipitor ditemukan/disintesis pertama kali oleh Bruce Roth di Pfizer, sehingga Pfizer langsung mematenkan temuan NCE terbaru tersebut. Nah inilah yang dinamakan obat paten. FYI, paten lipitor habis di tahun 2011, sehingga dapat dipastikan tahun 2012 akan banyak bermunculan branded namednya atau pun generiknya karena lipitor ni laku keras dipasaran.

2..BRANDED NAMED DRUG/BRANDED GENERIC DRUG
Secara definisi, obat yang telah habis masa hak patennya yang diproduksi dan dipasarkan dengan nama dagang. Nah, obat ini akan bermunculan ketika masa obat paten habis, bahkan sebelum masa patent obat originatornya habis, perusahaan sudah siap2 dengan penelitian untuk obat branded ini.
Sebagai contoh obat ini adalah panadol, sanmol, amoxan, dan banyak lagi sebagaimana yang sering muncul di televisi. Sehingga pada dasarnya obat ini boleh diiklankan.

Biaya produksi obat ini pun tidak semahal obat patent karena tidak perlu lagi mensintesis dari awal, tapi cukup dengan modifikasi formulasi misalnya menjadi kunyah, atau diberi salut, dan juga dilakukan uji BABE (bioavailabilitas dan bioequivalen) sehingga memiliki efek yang sama dengan dengan obat paten. Selain itu, yang jelas obat ini masih lebih mahal dari generik karena adanya biaya tambahan iklan, dan kemasan yang khusus dan menarik. Selain itu, karena terlanjr pola pikir masyarakat yang lebih suka branded named drug, ma produsen semakin leluasa mengambil untung dari harga obat ini.

3..GENERIC DRUG/OBAT GENERIK
Secara definisi, obat generik adalah obat yang diproduksi dan dipasarkan dengan menggunakan nama kimia atau INN (International Nonprietary Name). Obat ini muncul setelah obat patent habis masa patennya.
Nah, obat generik ni khusus dan cukup ketat peraturannya, karena:
1. kemasan sederhana
2. tidak boleh iklan
Selain itu, obat generik ini, tidak dilakukan penelitian dari awal, sehingga biaya RND jauh lebih murah, tingga melakukan BABE menjadi OGB (obat generik berlogo, sehingga memiliki efikasi yang sama dengan baik obat patent maupun branded name. Gampangnya khasiatnya sama. OGB ini juga yang merupakan program pemerintah bekerja sama dengan BUMN industri farmasi sejak tahun 1990an.

Namun, cukup disayangkan, karena tanggapan masyarakat kurang baik, penjualan OGB ini menurun bahkan rugi, sehingga dapat ditemukan kelangkaan2 obat generik. Kebanyakan masyarakat awam memahami bahwa obat generik murah karena kualitasnya murahan. Padahal justru sebaliknya, harga murah karena memang proses produksi yang tidak memakan biaya seperti obat paten dan branded named drug, Namun kualitas sama karena tetap adanya uji BABE. Selain itu, pemerintah melakukan subsidi untuk produksi obat generik ini. Oleh karena itu, masyarakat butuh edukasi.
Seperti contohnya Panadol di gambar sebelumnya yang merupakan branded generic drugs, padahal panadol tersebut memiliki kandungan Paracetamol yang merupakan generic drug yang sudah pasti memiliki harga yang lebih murah.

selain itu, yang perlu menjadi perhatian juga, bahwa untuk menemukan obat NCE yang mampu di patentkan ini memakan waktu penelitian 10-20 tahun, dan pastinya memakan biaya yang gak sedikit, sehingga wajar klo obat paten biasanya mahal bisa sampe 10x lipat harga generik karena untuk menutupi biaya tersebut. Tapi selama masih berlaku patentnya, gak akan ada obat generiknya, sehingga pasien mau gak mau harus mengkonsumsi obat tersebut. Kecuali klo masa paten udah habis, walaupun obat paten tersebut tetap diproduksi, pasti akan keluar obat saingannya berupa generik atau branded name yang lebih murah karena biaya penelitiannya tidak sebesar obat paten, sehingga pasien memiliki pilihan.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s