Behind The Scene “Internsip” Kuartal Pertama

Nggak terasa akhir kuartal pertama internsip hampir tiba, kira-kira 47 jam 53 menit dari sekarang (pengaruh nonton film Bourne Legacy). Walaupun Matt Damon nggak jadi tokoh utama lagi di sequel bourne kali ini tapi dari segi cerita masih worth to watch lah, ane kasih rating 7/10.. kok malah ngomongin film ya ??

By The Way yang belum tau film Bourne Legacy ini pictnya

Okee kita balik ke masalah internsip lagi ya guys.. Jadi 4 bulan pertama dari masa internsip ini ane habisin di puskesmas, lebih tepatnya puskesmas kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie yang ada di Provinsi paling barat Indonesia. Banyak kesan dan pengalaman yang pengen ane ceritain disini sebenarnya, tapi saking njelimetnya isi otak ane saat ini karena pengaruh obat rahasia yang diberikan organisasi rahasia US, jadinya nggak tau harus mulai darimana (masih dalam pengaruh film Bourne..hahaa).

Sebagaimana layaknya seseorang yang memasuki tempat baru maka perlu proses yang namanya ADAPTASI, kalau mau dipersempit lagi konteks kita memandang arti kata ADAPTASI ini maka ane bilang proses ini mirip dengan masa-masa kita jadi bunglon. Disini kita mulai mengenal orang-orang baru disekitar kita, cara mereka berpikir, masalah yang sensitif bagi mereka, sampai-sampai yang paling susah bagi ane adalah ngapalin nama mereka satu-persatu. Alhamdulillah gk perlu waktu lama bagi ane untuk mulai terbiasa dengan lingkungan yang baru ini, Cuma 1 minggu saudara-saudara.

Diawal-awal masa bertugas di poliklinik puskesmas ada  masalah yang sangat mengganngu ane, yaitu untuk diagnosa penyakit harus  pakai kode angka (misal: ISPA 1301, Tonsilitis 1302,) nah yang jadi masalah disini  PERTAMA ane nggak hafal kode angka itu, jadi setiap mau buat diagnosa ane selalu nanya ke perawat berapa kode diagnosanya, ane selalu ngeles dalam hati “maklum masih baru”. Masalah yang KEDUA adalah nggak semua diagnosa terkonversi jadi kode angka itu contohnya Sinusitis yang terpaksa ane konversi jadi kode 1303 -> Penyakit saluran nafas lainnya. akibatnya “hati” ane berontak guys..ane gak bisa menerima diagnosa harus dikotak-kotakin gitu ..

Masalah berikutnya adalah sebagian besar perawat dan bidan desa (kalau nggak mau dibilang semua) yang belum paham arti penggunaan obat rasional. Banyak kasus-kasus seperti diare pada anak yang diberi obat anti spasmodic. Memang pemberian anti spasmodic bisa seketika menghentikan diare, akan tetapi pada anak mekanisme diare itu adalah sesuatu yang normal jika ada suatu zat asing didalam usus, bayangkan dengan pemberian anti spasmodic maka secara tidak langsung malah membiarkan zat tersebut tetap berada dalam perut anak. Kalau kejadiannya udah begini hati ane terenyuh (efek nonton drama korea), pengen rasanya sekali-kali buat kuliah tentang masalah ini didepan semua perawat dan bidan desa di puskesmas ane bekerja.

Dua paragraph terakhir isinya tentang masalah semua ya..Bukan berarti nggak ada cerita superheronya. Selain bertugas melayani pasien di poliklinik, ane juga sering pergi ke desa-desa buat ngasih penyuluhan dan juga dua kali dalam sebulan ane ke puskesmas pembantu (pustu) untuk mengobati warga disekitar pustu yang mungkin agak jauh kalau harus berobat ke puskesmas.

Yang menjadi kenikmatan jika pergi bertugas keluar seperti itu adalah pemandangan desanya guys. Sangat indah dan jarang ane temuin selama hampir ¼ abad ane hidup. Hamparan sawah hijau di sepanjang kiri dan kanan jalan yang membuat hati terasa damai, petani yang sedang bekerja ditengah terik matahari yang membuat ane sadar betapa kacaunya hidup kita kalau semua petani beralih profesi jadi Boysband atau girlsband, dan juga burung-burung yang senantiasa jadi musuh petani yang memakan padi-padi yang sudah menguning. Pemandangan tadi cukup menghibur sebelum kembali diharuskan untuk mendiagnosa menggunakan kode angka yang menyebalkan itu.

harvest moon “musim panen”

Saat memberi penyuluhan kepada warga desa diwilayah kerja puskesmas, ada kebaggaan tersendiri yang ane rasakan. Sebagai seorang dokter ane dianggap manusia super yang tahu segalanya.hahaha kalau dari segi medis okelah mungkin ane sedikit lebih tahu dari mereka, tapi kalau sampai mereka bertanya bagaimana caranya supaya pohon pisang mereka menghasilkan pisang yang besar kan ane kaget guys..haha emangnya ane ahli botani..

Beberapa hari lagi ane akan pindah tugas ke RSU Sigli, rumah sakit pemerintah kabupaten pidie selama 8 bulan kedepan yang sudah pasti proses menjadi Bunglon kembali dimulai. Mudah-mudahan tidak ada kendala apapun yang terjadi sampai masa internsip ini berakhir bulan April 2013. Aminn ya rab..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s